Indonesia Siap Panen 'Durian Runtuh' Rp120 Triliun, Kekayaan Bumi yang Akhirnya Jadi Milik Rakyat!

AKURAT BANTEN– Kabar gembira datang dari sektor pertambangan yang menjadi urat nadi ekonomi nasional. Indonesia kini berada di titik balik yang bersejarah.
PT Freeport Indonesia (PTFI) baru saja membocorkan proyeksi fantastis bahwa kontribusi sektor ini kepada negara akan meroket tajam hingga menembus angka Rp120 triliun per tahun mulai 2030 mendatang.
Bukan sekadar angka, pencapaian ini adalah buah dari transformasi besar yang dilakukan pemerintah dalam mengelola kekayaan alamnya.
Hilirisasi yang selama ini diperjuangkan kini mulai menunjukkan taringnya, memastikan bahwa "emas" dan "tembaga" dari perut bumi Indonesia memberikan nilai tambah yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Lolos dari 54 Calon, Inilah Sosok Inspiratif Putri Babinsa yang Wakili Banten di Nasional
Menakar "Durian Runtuh" Ekonomi Nasional
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, menegaskan bahwa lonjakan setoran ini didorong oleh beroperasinya kapasitas penuh dari tambang-tambang kelas dunia.
Dan kita lihat begitu masuk sudah kapasitas produksi penuh, kita lihat bahwa penerimaan negara akan bisa melebihi US$ 7 miliar per tahun. Jadi kalau kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp120 triliun per tahun, begitu seterusnya di tahun-tahun ke depan, ujar Tony Wenas.
Proyeksi ini didukung oleh asumsi harga mineral yang stabil serta efisiensi pengolahan melalui Smelter Manyar di Gresik.
Jika di tahun 2026 setoran diperkirakan mencapai Rp47,05 triliun, angka tersebut akan terus menanjak drastis melalui ramp up produksi hingga mencapai puncaknya pada 2030.
Hilirisasi: Kunci Kemandirian Bangsa
Peralihan dari sekadar mengekspor bijih mentah ke produk olahan bernilai tinggi telah mengubah peta permainan.
Dengan adanya fasilitas hilirisasi, Indonesia tidak lagi "dijajah" oleh harga pasar mentah dunia. Kini, kita memegang kendali atas nilai tambah produk yang dihasilkan sendiri.
Kehadiran Blok Kucing Liar yang akan mulai berproduksi pada 2029 juga menjadi amunisi baru yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok logam dunia.
Baca Juga: Pelaku Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah Ditangkap, Ternyata Orang Tua Murid, Motifnya Bikin Kaget
Mengapa Angka Ini Sangat Berarti?
Bagi masyarakat luas, angka Rp120 triliun per tahun bukanlah sekadar statistik di atas kertas.
Ini adalah modal besar negara untuk mempercepat akselerasi pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat:
Akselerasi Infrastruktur: Membuka akses ekonomi di wilayah-wilayah terpencil.
Subsidi Pendidikan & Kesehatan: Menjamin kualitas sumber daya manusia masa depan.
Jaring Pengaman Sosial: Memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.
Era 2030 akan menjadi saksi di mana kekayaan alam Indonesia tidak hanya dikeruk, tetapi dikelola dengan tata kelola yang bertanggung jawab dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap





